Tunggu, sedang memuat. . .

HABIB RIZIEQ DILARANG HADIRI TABLIGH AKBAR DI LOMBOK

Jakarta: Rencana kedatangan Ketua laskar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab ke Lombok ditolak mentah-mentah oleh sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Desak Datu.

Aliansi Desak Datu terdiri dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU NTB.

Penolakan itu diungkapkan Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor NTB, Irfan Suryadinata. Menurutnya, pandangan keagamaan Habib Rizieq dikhawatirkan mengganggu ketentraman masyarakat NTB.

habib rijik

“Kekhawatiran kami, masyarakat Lombok akan diprovokasi. Tahu sendiri kan bagaimana Habib Rizieq, jangan sampai disini dia ngomong yang tidak-tidak,” katanya seperti dilansir dari radarlombok, Rabu (18/1).

Dilanjutkannya, semua organisasi tersebut sepakat tidak ingin pandangan keagamaan masyarakat Lombok disusupi paham yang dimiliki oleh Habib Rizieq. Menurut Irfan, menolak kedatangan Habib Rizieq ataupun FPI bukan berarti menolak ulama dan Islam.

“Demi Allah, kami juga Islam dan patuh pada ulama. Tapi ulama yang bagaimana dulu, kita disini punya banyak ulama. Kenapa mesti datangkan ulama dari luar?. Apalagi yang jelas-jelas sering menghina saudaranya sendiri. Almarhum Gus Dur saja dianggap buta mata buta hatinya, padahal bangsa ini berjasa kepada almarhum Gus Dur,” tukas Irfan.

Karena itu, pihaknya akan berkirim surat ke Polda setempat mengenai penolakan ini. “Tapi kalau nanti jadi datang, ya silahkan saja kalau masyarakat mau hadir. Kami tidak pernah memaksa, dan kami juga jangan dipaksa mengikuti paham keagamaannya,” tegasnya.

Imam besar FPI itu berencana mengikuti tabligh akbar pada tanggal 29 Januari 2016 di Lombok Tengah.

Sementara itu sekretaris panitia tabligh akbar, Deddy AZ menyampaikan, Rizieq rencananya akan datang ke NTB bersama Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Zautun Rasmin dan KH Asyafi’i Rasyid.

Incoming search terms:

tempatwisataindonesia.id
Review
5
/* */